Padang: Kota Seribu Angkot Modis
( Padang Panjang, Sumatera Barat )
Oleh akumassa | Pada Senin, 3 Agustus 2009
* * *

Angkutan kota (angkot) merupakan alat transportasi publik yang utama digunakan di kota Padang selain bus kota. Akses yang mudah dan harga yang terjangkau membuat masyarakat kota Padang lebih memilih menggunakan jasa angkot daripada taksi ataupun ojek. Dengan kisaran harga minimal Rp.1000 hingga maksimal Rp.2500, masyarakat kota Padang dapat bepergian dengan angkot tanpa khawatir harus menunggu lama di tempat perhentian atau halte. Hal ini disebabkan karena kota Padang memiliki “halte terpanjang di dunia” alias bisa menyetop angkot di mana saja.

modifikasi-interior1

Berdasarkan data dari Dinas Perhubungan Kota Padang, terdapat 2772 unit angkot di kota Padang dengan jurusan atau trayek yang berbeda-beda. Masing-masing trayek memiliki jumlah angkot yang tidak sedikit tentunya. Karena alasan banyaknya angkot untuk satu trayek yang sama, maka terjadi persaingan antar sesama supir angkot pada rute tersebut. Maka, supir angkot harus memutar otak untuk dapat menarik para penumpang. Pada dasarnya, pelayanan utama yang diberikan angkot adalah menyediakan jasa untuk mengantarkan penumpang sampai tujuan. Namun, jika penyediaan jasa angkot hanya sebatas memberikan layanan pengantaran, kecil kemungkinan bagi supir angkot untuk dapat menghadapi tantangan persaingan di antara angkot-angkot lain. Ketika mereka (supir angkot) tidak mampu bersaing, hasil yang diperoleh pun dikhawatirkan tidak dapat memenuhi kebutuhan baik target setoran ataupun biaya operasional (perawatan dan BBM).

pengahsilan supir angkot harus bisa menutup biaya setoran

pengahsilan supir angkot harus bisa menutup biaya setoran

Menanggapi permasalahan persaingan di atas, para supir mencermati kebutuhan dan permintaan pelanggan atas pelayanan angkot. Dengan mencermati golongan manakah yang paling dominan menggunakan angkot, para supir mencari celah untuk dapat meningkatkan pelayanan mereka yakni dengan memberikan pelayanan tambahan sesuai target pelanggan sehingga menjadi daya tarik angkot mereka.

Kehidupan kini semakin maju, begitupun dengan selera masyarakat yang semakin tinggi. Mayoritas penumpang angkot di kota Padang adalah remaja atau anak muda. Pada dasarnya, anak muda menginginkan hal-hal yang berbau aesthetic and amusement (keindahan dan kesenangan), tak terkecuali dalam hal memilih angkot. Inilah faktor lain yang menjadi pertimbangan mereka dalam memilih angkot.

Salah satu cara yang dilakukan oleh para supir angkot di kota Padang untuk meraih penumpang adalah dengan bersaing mendandani angkot mereka sedemikian rupa . Para supir berlomba untuk mendesain eksterior dan interior mobil mereka yang diberi berbagai macam aksesoris dan modifikasi body mobil. Jika biasanya bagian luar angkot dicat dengan warna polos, di kota Padang banyak ditemui angkot dengan beragam air brush. Tidak cukup dengan gambar air brush saja, para supir juga menambahkan berbagai stiker pada bagian body luar mobil.

Jika kota Bogor dikenal sebagai kota seribu angkot, maka kota Padang dikenal sebagai kota seribu angkot modis. Di samping pemberian gambar dan stiker tadi, para supir tidak segan-segan memodifikasi performa body mobil mereka. Hal ini dapat dilihat melalui modifikasi velg, wing, dan suspensi mobil. Beragam bentuk dan ukuran velg dapat kita temukan di angkot kota Padang. Perbedaan velg ini mengakibatkan adanya perbedaan ketinggian angkot sehingga tak jarang kita temukan angkot-angkot berukuran “ceper” seperti tampilan mobil sedan. Pada sisi samping dan bagian belakang mobil akan ditemukan berbagai macam bentuk sayap mobil sehingga penampilan angkotnya seperti mobil balap. Agar para penumpang tetap nyaman menikmati perjalanan, para supir mengatur ukuran suspensi angkot mereka. Hal ini dilakukan agar mobil tidak mengalami goncangan yang kuat ketika melewati permukaan jalan yang kasar.

bagian dalam dilengkapi speaker, VCD, dan alat elektronik lainnya
bagian dalam dilengkapi speaker, VCD, dan alat elektronik lainnya

Perombakan bagian eksterior saja belumlah cukup untuk meningkat daya tarik mobil mereka. Pada bagian interior mobil, mereka memodifikasi bahan dasar bantalan tempat duduk. Bentuk motif dan warna bantalan tempat duduk disesuaikan dengan warna interior angkot. Di samping itu, untuk mengisi kekosongan pada ruang tertentu mereka menambahkan berbagai bentuk miniatur, seperti miniatur hutan dengan menggantungkan daun-daun, boneka binatang, dan pohon-pohon buatan lainnya.

Untuk memberikan pelayanan lebih kepada penumpang, para supir angkot melengkapi kendaraan mereka dengan berbagai alat elektronik yang rata-rata merupakan barang second. Tak hanya tape ataupun VCD, bahkan banyak yang menyediakan televisi layar sentuh (touch screen), camera TV, MP3 player, MP4 player ditambah speaker unik ribuan watt yang mereka rakit sendiri. Seisi angkot pun menjadi ruangan full music dengan penampilan luar dalam yang menarik. Sehingga tidak salah jika di sebuah surat kabar lokal disebutkan bahwa angkot-angkot di kota Padang “karnaval setiap hari”.

modifikasi-interior2

Selain itu, kreatifitas lainnya dapat dilihat dari bunyi klakson mobil yang bervariasi dan sangat unik. Semua usaha kreatif ini dilakukan semata-mata untuk menarik perhatian penumpang sehingga pada akhirnya meningkatkan pendapatan si supir angkot.

Persaingan dalam bidang jasa angkot di kota Padang sangat tinggi. Sehingga untuk tetap bertahan, para supir angkot haruslah memiliki kecakapan dalam melihat minat pasar, yakni penumpang. Hal ini terbukti bahwa angkot-angkot yang memberikan pelayanan lebih ini mampu menarik lebih banyak minat penumpang daripada angkot yang biasa-biasa saja. Data yang diperoleh dari para supir angkot bahwa rata-rata penghasilan per hari supir yang membawa angkot biasa kira-kira 300-400 ribu. Sedangkan supir angkot yang memodifikasi armadanya berkisar antara 400-600 ribu. Dari kenyataan tersebut, dapat disimpulkan bahwa para supir angkot mendandani mobil-mobil mereka membuahkan hasil yang positif, yaitu kenaikan pendapatan per hari.

modifikasi berhasil menambah penghasilan supir angkot
modifikasi berhasil menambah penghasilan supir angkot

Lewat aksesoris-aksesoris angkot mereka, para supir dapat mengekspresikan diri mereka secara total lewat cara yang unik dan menarik yang sekaligus menarik perhatian penumpang. Fenomena ini dapat berpotensi menjadi salah satu aset daerah yang dapat menarik para wisatawan baik domestik maupun asing. Tapi hal ini berbanding terbalik dari pemerintahan kota sendiri terutama oleh Dinas Perhubungan, karena modifikasi angkot ini menimbulkan bahaya terhadap keamanan penumpang saat di jalan jara raya dan tidak sesuai dengan standar uji kelayakan mobil angkot.

Rabu, 8/7/2009 | 17:07 WIB

SEMARANG, KOMPAS.com — Sedan Honda Civic yang ditumpangi empat pemuda yang diduga mabuk menabrak sebuah angkot di Jalan Abdurahman Saleh, Kota Semarang, Rabu (8/7) sekitar pukul 14.00. Sedan tersebut kemudian terperosok ke sebuah parit, dan keempat penumpangnya terluka parah.

“Sedan itu datang dari arah berlawanan dengan kendaraan saya. Dari jauh, sedan itu sudah kencang dan oleng,” kata Waluyo, sopir angkot yang ditabrak.

Angkot yang dikendarainya rusak parah. Roda depan kanan angkot itu terlepas. Menurut Waluyo, angkotnya mengangkut empat penumpang. Salah satu penumpang terpaksa dibawa ke rumah sakit karena terkena pecahan kaca spion.

Suprayitno, salah satu saksi, mengatakan, keempat penumpang sedan tersebut langsung dibawa ke rumah sakit. Hingga kini, keempat penumpang sedan itu tidak diketahui nasibnya. “Ketika dikeluarkan dari mobil, aroma alkohol sangat jelas tercium dari wajah mereka,” kata Suprayitno.

Bemo mo di gusur? Kenapa ga gusur Angkot yg Ngebul abis2an? Demonstran Bemo:”

Mereka berorasi sambil membentangkan poster-poster tuntutan.

Aksi itu dipicu oleh razia 15 bemo yang mangkal di Mangga Besar, 28 Oktober lalu dan 30 bemo di pangkalan Grogol, April silam.

Sebuah bemo ditempeli poster bertuliskan ‘Penghapusan bemo : Pembunuhan Rakyat Kecil.

dulu becak di tumpas
sekarang bemo di tumpas
Bajaj mo di tumpas ga jadi karena di upgrade.
padahal kalo di daerah bekasi / pinggiran2n bahkan pusat kota sekalipun, itu banyak banget angkot2, Metromini, Kopaja DKK yg NGEBULLL ABIS2AN…..
harusnya yg seperti ini di tindak atau di tindas….

Semangat anak muda dalam mengembangkan hobby me-modifikasi mobil mereka semakin tersalurkan lewat ajang Autoblackthrough yang digelar oleh Djarum Black sebagai produsen rokok pemegang lisensi peng-gelar ajang paling kreatif di Indonesia.

Ide-ide liar pun tak terbendung ketika melihat mobil-mobil hasil modifikasi para modifikator muda yang dipajang dalam event Autoblackthrough yang diselenggarakan di kota-kota besar di Indonesia. Namun ada satu hasil modifikasi yang menarik, yaitu modifikasi mobil angkutan kota (angkot), yang jarang di sodorkan para modifikator sekarang.

Kita tahu para modifikator lebih sering menonjolkan mobil dengan spesifikasi di kelas menengah ke atas, ini disebabkan selain dalam perancangan modifikasi tidak akan menemukan kesulitan dalam pencarian alat yang akan ditambahkan (di-modif;red), pastinya mobil dengan spesifikasi ini, tentunya akan menambah nilai ke-anggunan si mobil tersebut, sebut saja mobil mercedes keluaran terbaru seperti digambar atas, mobil mercy kita tahu adalah mobil dengan spesifikasi tinggi, selain high-class, mercy S-Class ini, sepertinya butuh modifikasi dengan modal lumayan mahal buat sang modifikator.

Namun uniknya, walaupun dengan modal yang tidak begitu mahal, seorang modifikator-pun mampu, dengan ide kreatif yang dimiliki tentunya, mengubah sebuah penampilan mobil “angkot” yang notabene adalah sebuah kendaraan operasional yang mungkin tidak memerlukan modifikasi khusus, paling banter seputar sound-system saja.

Tetapi lewat ajang Autoblackthrough, semua modifikator “dipersilahkan” untuk menyalurkan ide-ide kreatif (atau mungkin bisa disebut ide liar) untuk mengubah kendaraan favorit mereka ke dalam hasil yang boleh dibilang paling ekstrim sekalipun. Karena selain menyalurkan bakat dan hobby para modifikator yang “haus” akan informasi seputar modifikasi, event seperti ini juga merupakan ajang “unjuk gigi” akan hasil modifikasi mereka.

Namun sekali lagi, perubahan hasil modifikasi tentunya tidak mengubah kenyaman berkendaran bagi si pengemudinya, seperti keamanan dalam berkendara, keselamatan, dll.

Nah buat para supir angkot, mungkin perlu dipikirkan juga modifikasi untuk kendaraan mereka, agar penumpang bisa menikmati perjalanan dan sampai di tujuan dengan selamat, mungkin saya bisa memberikan saran, seperti memodifikasi bangku yang “berperikemanusiaan”, artinya setiap penumpang kan berhak atas tarif yang mereka bayar untuk mendapatkan duduk yang nyaman, oleh karenanya, mohon untuk mengganti jok bangku dengan busa yang sedikit tebal, agar kenyamanan selama perjalan bisa dirasakan para penumpang, juga dengan mempersilahkan para penumpang dengan mendengarkan lagu-lagu yang santai (tentunya jangan menuruti selera sang supir) yang juga didukung dengan kualitas sound system yang cukup ( dan tidak terlalu mahal ), saya yakin dengan pelayanan angkot seperti halnya angkot hasil modifikasi Autoblackthrough, membuat para penumpang akan ketagihan dan tidak jengah menunggu di angkot berlama-lama sambil menunggu penumpang lainnya naik di terminal.

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!